Tampilkan postingan dengan label kata tanpa jeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata tanpa jeda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

Doaku dan Hujan dalam Perjalananmu

hujan kali ini mengguyur kotamu dan kotaku
hujan yang seharusnya telah aku doakan tidak datang pada minggu ini
hujan yang mungkin akan menghalangi perjalananmu.

hari ini hujan, sama-sama mengguyur kota kita
kamu tetap berangkat, menuju perjalananmu
perjalanan yang kemarin-kemarin kamu harap akan menyenangkan

pagi tadi kamu menyapa, bercerita tentang perjalananmu
perjalanan yang seharusnya ada aku dan kamu
tapi aku menolaknya, dan kamu merubah haluan perjalanan itu
menuju tempat dengan curah hujan demikian lebat
air-air yang jatuh demikin derasnya, mengikis batu-batuan pada dasarnya.

kamu sepertinya begitu menikmati perjalananmu
aku dapat melihatnya, bagaimana huruf-huruf itu terangkai menjadi kalimat yang kamu kirim untukku
"hati-hati ya, hujan makin deras datangnya. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa."
sebuah pesanku untuk kamu yang di sana.
tidak ada balasan, mungkin kamu tengah melupakanku.

beberapa menit, sekian detik
pesanmu kembali datang meramaikan ponsel genggamku
kamu bercerita, tentang betapa indahnya di sana
betapa sejuk udara yang kau hirup dalam-dalam
membuatku iri, dan ingin ku cubit-cubit
kamu selalu tertawa dan senang menggoda
kala aku dengan jenakanya meminta kamu tidak "pamer"

doa ku pagi ini tidaklah banyak
tidak meminta hujan untuk berhenti
tidak juga meminta kamu berhenti memikirkanku
hanya berharap harimu menyenangkan, dan
banyak cerita yang kamu hadirkan untukku

12 Januari 2014


Minggu, 23 Januari 2011

rasa harapan dan cerita

aku mengenalmu jauh sebelum aku tau alfabet itu apa
aku seolah-olah seperti orang yang telah lama mengenalmu
padahal aku tak pernah tau apa-apa tentangmu
makanan apa yang kamu suka, makanan apa yang kamu benci
aku tak pernah tau apa yang membuatmu bahagia dan apa yang membuatmu sedih
aku tak pernah mengenalmu secara untuh
aku mengenalmu hanya lewat potongan-potongan cerita yang diam-diam selalu ku ingat
dan aku menyayangimu pun hanya secara sepihak
tanpa kamu pernah menyadari bahwa rasa ini selalu ada sejak dulu
rasa yang tak pernah ku mengerti hingga akhirnya ku mulai kehilanganmu

hanya melalui jendela itu
ku selalu memperhatikan bayangmu
menanti sosokmu hadir meski sekejab

hanya dalam kata-kata ini
rasaku terkunci
hanya dalam kalimat-kalimat ini
aku mampu bercerita

selalu saja ku anggap senja itu adalah akhir
dari pengharapanku, dari semua rasaku dan dari semua ceritamu
ku salah,
pengharapan itu, rasa itu, cerita itu tak pernah bisa terhenti
meski selalu aku yang menyimpan

aku selalu berusaha merelakan, dan hanya menjadi cerita kecil untuk hatiku
waktu yang ku tempuh, mungkin bukan waktu yang singkat
untuk sekedar berharap, mengingat dan mengenang
tahun itu sudah tak bisa ku hitung dengan jari
aku marasa sepi...

3:43 pm   
23 Janurai 2010

Sabtu, 08 Januari 2011

egois (pintaku dalam hati)

maaf bila ku egois,.
kata yg terucap itu kata keyakinan hatiku
kata yg ku pendam namun tak pernah sempat terucapkan
lidahku kini tak lagi kelu mempertahankan niatku

maaf bila ku egois,.
mungkin kalian punya andil dalam hidupku
namun ku lebih mempunyai andil tuk memperjuangkanya
meski ku tau di hadapku tak selalu sempurna

kini disini aku berdiri
tanpa papahmu lagi
tanpa penghidupanmu lagi
hanya keyakinan dan keteguhan hatiku
masih memperjuangkan
masih mempertahankan

lembut itu masih selalu ku rindukan
jangan bosan untuk mencereweti
karena ku rapuh tanpa doa kalian

11:45 pm
08 Januari 2010

Sabtu, 01 Januari 2011

berbincang denganmu menjadi kado indah pada hari pertama d tahun ini
tak ku sangka aku memiliki kembali keajaiban itu, walau itu semu
hadirmu seperti embun yang mampu menyejukan hatiku
suaramu masih ku rasakan hangat di hatiku

rindumu masih ku tata rapih d hatiku
suaramu selalu mampu membuatku tersenyum tanpa sadar
sudah jutaan kata ku ketikkan tentang pengungkapan ini
namun tak pernah cukup

aku tak tau mengapa rasa ini tak pernah bisa padam
walau kadang hadirnya pernah meredup
aku tak ingin mengharap lebih n mengulang kesalahan itu
mendengar kabarmu setiap waktu
sudah sangat cukup, bahwa keajaiban itu tak hilang untukku

11:40 pm
01 Januari 2011

Jumat, 17 September 2010

mimpi itu (rindu itu, salam itu)

pagi ini,.
masih ku sisipkan rindu itu, masih q genggam harap yang mulai lusuh
salam itu dulu selalu ku sampaikan pada mentari untuk pagimu
namun titik air yang jatuh meleburkan dan menghanyutkanya

siang ini,.
masih ku simpan rindu itu, masih q genggam sisa-sisa ketegaran
salam yang kini ku sisihkan selalu terlambat ku sampaikan
sebab terik itu mengeringkan dan membakarnya perlahan

sore ini,.
masih ku pandangi rindu itu, masih ku simpan titik-titik harapan
salam itu masih ku jaga, terlambat namun ku merawatnya
sebab senja selalu meneduhkan dan membuatnya bersemi

malam ini,.
masih q ukir rindu itu, pada titik sinar masih ada harapan-harapan usang
salam itu selalu hangat ku dekap membelai lembut tanpa pamrih
titik sinar itu, menciptakan doa pada keajaiban kecilku

maaf tak bisa terpadamkan, meskipun hadir itu kini meredup

10:53 am
16 September 2010

Kamis, 02 September 2010

bertahan

berkelebit diantara keraguan berliku
memastikan, memahami dan berusaha meneguhkan
sulit, samar-samar ku masih merasakannya
cerita dulu yang tak ku ingat jelas, kini ku mulai
setapak cerita setapak kisah, berbaur dalam canda tanggis
satu lakon ku mainkan dalam cerita hati
akhir yang samar dan ku tetap memainkannya
dengan hati, dengan logika tanpa kepalsuan
mampukah bertahan dan ku mempertaruhkannya
cerita-cerita pada satu hati

Minggu, 22 Agustus 2010

keajaiban itu ada tentangmu
ku mensyukurinya, walaupun ku masih tak mempercayainya
rindu itu menyelinap membuka kotak pandora lusang
masih sama kah kebersamaan itu, ku merindunya

angin membelaiku,
menyadarkan kini bukanlah dulu
bersamamu hanya tinggal kisah
kisah yang hanya ku kenang sendiri
ku yakini kebenarannya, tanpa ia menyadari
ironisnya diriku

senja itu selalu datang untukku, karena mentari tak pernah menghadirkannya
aku kelam, terpatuk kenangan yang tak padam
aku menjauh, namun bayang itu terus menyeretku
mengenangnya, mengharapkanya, merindukannya
merasa tak berarti, itu yang terasa kini

Sabtu, 10 Juli 2010

kehadiranmu

kau datang dari masa yg hadirnya tak ku ingat jelas
kau bercerita akan cinta yang tak pernah ku sadari
ku tak percaya ada satu cinta tersisa di masa lalu
hari itu kamu meneguhkannya, embuatku percaya
ku coba menerimanya dan mulai menaruh harap
namun, semakin hari keteguhan itu kian merapuh
ku menjadi bertanya, benarkah atokah hanya tipuan untukku
kau selalu mengabaikannya, setiap kali ku bertanya mengapa,?
mungkinkah kau tak menyadari perubahan itu terjadi, hanya untukku
hanya bagiku kau terlihat beda, kau tak sama seperti yg ku kenal baru" ini
apakah ini memang sifatmu, ku tak mengerti
hanya seratus tanya yg tak mampu ku jawab
ku bosan dan kau pun mulai bosan, menjawab prihal yg sama
dan,.
kepercayaanku akan keteguhanmu pun
mulai ikut merapuh

10 Juli 2010 6:53 am

Sabtu, 03 April 2010

tanda tanya untukQ

rindu itu diam" kau selipkan diantara ketidakpercayaanku
keraguan tentangmu membuatku semakin tak mengerti
janji setia yg kau ucapkan kini kau perjuangkan
mengapa saat ini, mengapa tidak dulu?
ketika ku mengagumimu
ketika harapan tentangmu ku ukir menjadi kesetiaan
ketika ku berfikir ulang, bahwa mengenalmu menyesali harapku..dulu

kini,
tiada ku temui kepercayaan itu
tiada ku dapati debur ombak yg selalu menerpaku ketika kabarmu ku dapati

kini,
rasa tentangmu terkikis mengikuti waktu
rasa tentangmu menjadi cerita hatiku

kini,
ku tak mengerti.........

03 April 2010
11:03 pm

Senin, 30 November 2009

rasa yg lusam

bersenandung denganmu bermain rindu bersama waktu,.
menepis tanya mengabaikan jawab, mengapai gapai kebebasan,.
bersamamu waktu ku rasa berjalan lamban,.
berlari pelan, tanpa ada batasan,.

beribu kenangan itu beradu" dalam benakku,.
mengacak" tiap pikiran yang singgah,.
membuatku terlarut dan terluka, menyetopkan kebahagiaan kelabu,.

subuh ini, air mata itu jatuh mengingatmu,.
mengingatmu yang tlah ku kubur dalam kenangan,.

kau perombak kehidupan terbesarku,.
ingin ku memaki, ingin pula ku mencaci,.
tapi ku begitu memuji, begitu pula mengagumi,.
sudah tak rasionalkah aku,?

malam panjang itu, tlah ku lewati dg tertatih,.
tanpa teman, tanpa pembagian,.
ku dengan hatiku, menutupnya dalam harapan" mimpi,.
kau dengan kisahmu, ku biarkan tetap hidup hingga kini,.
tanpa ku sadari, q tlah mengabadikannya,.

30 november 2009
02:18 am

Minggu, 01 November 2009

keputusanQ

ku anggap semua biasa saja,.
memberi harap dan berlalu begitu saja seperti biasa,.
tapi angin mencercah dan berbalik arah menghantamq,.
semua luka itu terulang kembali, menjadi membenci,.
q tetap bodoh dg tindak emosi q,.
q tetap penipu yg selalu menipu diri,.
merengkuh pada tiap yg q sentuh, tp q tetap bodoh tak mencerna,.
bintang berpijar q mengabaikannya,.
angin datang menyambut, q membiarkanya,.
embun yg q sentuh, kini q membiarkannya membenci q,.

mungkin membiarkan aq tetap dg hatiku,.
lebih baik, tanpa menimbulkan luka,.
sendiri, menutup kembali dg hati yg q punya,.
tanpa harap, tanpa emosi dg luka lalu menyertai,.

2:29 am
01112009

Selasa, 06 Oktober 2009

harap kecilQ

Q seperti debu yang rapuh tersapu angin,.
Kilatan pertanda itu menyapu Q perlahan, merasa tanpa terfikir,.
Doa Q menjadi ceritaku tiap malam,.
Kenangan itu kebersamaan itu, menjadi senyum dan menjadi tanggis,.
Tak ingin berfikir, bila harus kehilangan,.
Kehadiranmu, pondasi untuk sebuah keluarga kecil,.
Kebangga’n Q adalah menyebutmu dengan sebutan bapak,.
Berjuanglah, tapi bukan untuk kami sebagai anak,.
Tapi untuk dya, belahan jiwamu,.

11:50 pm
06 oktober 2009

ketakutanQ

Andaikan Q mampu membaca pertanda dari pa yg kn terjadi, mungkin saat ini Q kan bisa lebih tegar menghadapinya,.
Mungkin Q mempunyai hati yang tak pernah peka dg yg terjadi nanti, namun ketakutan itu sempat Q rasa semu,.
Baru Q sadari, segalanya begitu berharga,……
Baru Q mengerti, bahwa tak ada yang abadi,……..

Bila waktu itu tiba, mungkin Q kn sangat terluka,…..
Tak ada yg mengerti, begitu bodohnya aQ tak bisa membaca pertanda,…….
Beri aku satu ketegaran, yang mungkin Q pakai sebagai sandangan ketika Q terapuh,……
Hanya diriku, hanya aQ dan kuasa-Mu yang mengertiQ, betapa ketakutan itu merasukQ,……


11:11 pm
06 oktober 2009

Sabtu, 25 Juli 2009

mengapa???

begitu banyak rasa yang hadir karenanya,.
begitu singkat kehadirannya di antara hidup q,.
singkatnya hadiranmu ternyata terlalu berarti tuk q lupakan,.
ketidakjujuranQ ternyata berbuah sesal,.
ketika ingin q tebus, telah terlambat,.
jujur padamu, membantu q meninggalkan masa lalu,.
q lupakan segala rasa itu meskipun kadang q tak bisa,.
hari ini ketika q tak lagi mengingatnya,.
angin kehadiranmu membius q lagi,.
perjalanan melupakanmu, kini kembali k awal,.
q mohon, ijinkan aq tuk lepas dari bayang" mu,.
berbahagialah kau disana, karena q kan mencari kebahagianQ disini,.

do,.
12:03 am, 26 Juli 2009
in my room

Jumat, 26 Juni 2009

d antara

aku yg kini sendiri, diantara kesepian n segala keraguan yg ku punya,.
yg masih berharap keajaiban itu hadir tiba"
aku yg masih bimbang d antara semua rasa yg tak rasional
yg membuat q diam d antara sapaan" rasa

di antara kebisuan" itu
diam" terselip rasa yg tak q sangka
murnikah itu ataukah hanya sapuan angin
q pastikan q nyaman d antara kehidupannya
q tak mengerti tepian ujung rasa ini dmn
biarlah ini q jalani hingga kan q temui jawab na,.
^^

26 juni 2009
2:01 pm

Selasa, 16 Juni 2009

perjalananmu

saat Q goreskan pena itu di dalam bayang kehidupanmu
Q sadar, mungkin Q tak bermakna,.
setiap yg Q lewati, smeua bercerita tentang pengorbanan
kau tak ada, dan Q tak pula melihatmu disana,.
Q jenuh akan suatu hal, yang membuatku tek berfikir rasional
Q salah menjadikannya satu diantara ketidakpastian
dan Q memang salah akan hal itu,.
Q berlari mencoba hadapi, namun gagal
imajinasi Q terlalu tinggi akan sebuah kesempurnaan,.
aQ melihatmu d antara remang" cahaya
di antara kasih yg sengaja Q biarkan tumbuh
nmaun, kau tetap redup n terdiam disana
banyak cerita, namun tak banyak bermakna
karena, tak sedikit terselip dusta disana,.


15-06-2009

Senin, 15 Juni 2009

diantara batu n perasaan

Retakan batu itu termakan usia, terhempas oleh waktu yang hebat
Titik” air itu pula merancu mulai membantu, membuatku sedih
Ternyata kekokohan itu hanya semu, tertanam, tersisa dan mulai terlupakan
Sia” ku coba mengutuhkan sesuatu yang mulai meretak
Kenangan itu pula terbias semu di antara ingatan
Ingin ku mengabadikan, namun itu hanya dalam kiasan pikiran,
Ku hanya bisa merenung, menatap pilu
Kita ada karena perbedaan, melukis pilu dan menggambar bahagia
Mampukah kita merengkuh, mengecapnya sekali lagi
Tapi terlambat, hanya menimbulkan seribu Tanya……..