Tampilkan postingan dengan label coretan kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan kecil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Fact or No Fact #20FactsAboutMe Challenge

Semua berawal dari pagi-pagi membuka tweet dan mendapati beberapa tweet yang diposting oleh @jumatulis. Tapi bukan itu sih alasan mengapa sekarang aku mengungkapkan semua hal ini. Tapi sepertinya seru saja, apalagi setelah baca 20 fakta mengenai cikal bakal Bupati Karwang. Jadi sebagai bukan warga Karawang yang baik aku ingin membeberkan 20 fakta mengenai diriku yang mungkin sebagian besar sudah tau dan sebagian besar berfikir malu-maluin atau sebagian besar lagi berkata tidak mempercayainya. 20 fakta tentang diriku adalah TARAAAAAAA.


1. Kecebonk, nama yang melekat sejak jaman kuliah. Awalnya dari sekedar kataan temen yang manggil febonk, namun celetukkan tak sengaja itu yang membuat nama febonk menjadi tenar. Termasuk dosen pun ikut memanggil dengan sebutan tersebut. 

2. Suka banget jalan-jalan. Karena sadar hidup terlalu singkat untuk hanya berdiam diri.

3. Suka banget jailin orang. Saking sukanya temen-temen lebih percaya kalau aku bohong dibanding berbicara jujur. Pernah juga iseng info ketemen jurusan kalau nggak ada kuliah, dan walhasil pas mau kuliah nggak ada mahasiswanya.

4. Suka banget sama makanan yang namanya bakso dan cilok. Selalu tergiur, bahkan pernah batal puasa gara-gara ngeliat baso didepan mata.

5. Anti mainstream. Cuek. Berpenampilan sesukanya bahkan baju yang sudah jadul suka tetiba dipake. Pernah ke Mall masih pake baju tidur dan sendal jepit. Bahkan waktu kentjan pertama pun pake kaos, celana bolong dengkul dan sendal jepit x))))

6. Takut ketinggian dan gelap. Suka lemes kalau jalan dijembatan gantung dan nggak pernah bisa tidur kalau lampu kamar dimatiin kecuali ada temennya. Jadi jangan ditanya kalo mati lampu malem-malem, pasti ngungsi atau telepon temen nyuruh nemenin ngbrol sampe aku tidur. :D

7. Trauma punya sahabat cowo, bukan karena tuh cowo jatuh hati sama aku. Tapi karena takut kehilangan, soalnya dua sahabat cowoku meninggal dalam kecelakaan. Dan benci banget sama yang namanya kehilangan.

8. Suka tiba-tiba nanggis dan jadi mellow kalau ngeliat kecelakaan di media ataupun melihat secara langsung.

9. Suka banget ngeliat cowo yang nggak gemuk dan nggak kurus, tinggi, gondrong, kriting dan tattoan. Ya Allah syurga dunia mana yang Engkau dustakan x))

10. Sering flu, apalagi kalo tidurnya nyalain kipas atau AC. Pernah saking gerahnya tidur nyalain kipas, tapi akunya tidurnya sambil selimutan karena nggak kuat dinginnya. Tapi kalau kipas mati ruangan jadi panas. JADI KUDU KUMAHA???

11. Nggak bisa marah lama-lama, sekalinya marah dan kesel cuma bisa nanggis. Cengeng??? Memang, tapi sayangnya nggak ada yang percaya.

12. Suka banget bertindak dadakan, terutama janjian sama orang. Bahkan termasuk bekerja mendekati deadline.

13. Nggak bisa masak, udah bakat lahir. Setiap kali masak atau goreng sesuatu selalu gosong padahal masakannya udah diplototin. Tapi dengan gantengnya babe selalu bilang, "masakan anakku bukan gosong tapi kematengan". Love u :* Tapi paling suka masak mie di magic com, pernah waktu ngekos aku bilang ke emak kalau mau beli magicom. Emak dengan tampang bahagia nya mungkin berfikir bahwa anaknya mau masak, tapi pas aku jawab buat ngerebus mie. Muka bahagianya langsung pudar seketika. Tapi magic com itu memang magic, aku pernah masak nasi goreng, bikin ager-ager, spageti di situ semua. MASYALLAAAAHHH.

14. Nggak ada yang percaya setiap kali dibilang punya pacar. Kalaupun percaya, lebih dipercaya kalo pacarnya cewe :'( #atuhlahakumahapah

15. Pernah nawar denda tilang sama polisi dari 100rb menjadi 10rb, dan itu ditilang dua kali dengan polisi yang sama. Sapa suruh ditawar mau, -___-"

16. Nggak bisa English, ya ya ya lagi lagi nggak ada yang percaya. Pernah waktu kuliah pas lagi jalan di tanya sama bule, saking nggak tau mau ngomong apa. Akhirnya menggunakan bahasa isyarat alias bisu sambil tangan gerak-gerak menunjukkan maksudnya. :'(

17. Sering nggak sinkron antara pikiran dan tindakan. Misal bilang kanan tapi tangan menunjuk ke arah kiri :'(

18. Sering banget kabur dari tukang parkir. Pernah kabur dua hari berturut-turut di tempat yang sama dan diteriakin dari sebrang sama mamang parkirnya sambil di priwittin. "Neng bayaaar parkirnya" Tapi aku pura-pura nggak denger dan kabur.

19. Nggak bisa kebanyakan minum susu dan kopi serta makanan pedas. Karena bisa menyebabkan kerja di lambung menjadi kilat alias boker-boker -____-" dan muka jadi kesemutan.

20.  Aku nggak punya alis. PUAS!!!


Yups, sekian penjelasan tentang diri saya. Ada kurang atau lebihnya atau ada yang mau ditanyain langsung bisa contact saya di @febonk BYEEEE!!!

Minggu, 24 Agustus 2014

Percakapan Absurd!

"Lw orangnya suka ketawa ya ?"

"Ah masa ?"

Orang itu tampak terkejut mendengar pernyataan dari dia.

"Kok gt ?"

Seseorang yang dipanggil Dia itu, sama terkejutnya dengan jawaban dari pertanyaannya.

"Baru lw doang yang bilang gitu"

Orang itu tersipu malu, menjawab pertanyaan dari Dia.

"Eh tunggu, lw kan cengeng ?"

Dia berhenti berjalan, mengingat kejadian beberapa hari silam. Pertemuan pertamanya dengan wanita yang saat ini tengah berjalan disampingnya.

"Ihhhhhh" wanita itu merenggut dan berhenti berjalan. Tanda ia tidak menyetujui apa yang baru saja diucapkan oleh dia.

"Abis kejadian kayak gitu saja lw nangis," Dia menggerakan sebelah alisnya, mulai mengusili wanita itu.

Wanita itu menghela nafasnya, "waktu itu gw ngerasa, hari yang gw jalani berat banget tahu."

"Loh bukannya hidup itu memang begitu ya? Jika lw ingin berbahagia maka bahagialah. Bukan lw doang kali yang mengalami hari berat."

Kedua orang tersebut sama-sama terdiam. Hingga sebuah mobil datang menghampiri mereka. 

Rabu, 09 April 2014

Bintang

apa kabarmu bintang?
masihkah kamu dengan setia menerangi malamku ?
gelap yang selalu datang, dan kini tak mampu ku tepis kala kamu menghilang

bintang, bagaimanakah rupamu kini?
masihkah kamu seputih terakhir aku melihatmu?
cahaya yang menyinarimu, yang lebih menyilaukan dari mentari

mungkin kamu bukanlah bintang pertama yang berada di malamku.
bukan pula menjadi yang terakhir menemani tidurku.
tapi kamu bintang yang selalu setia menjagaku di balik langit sana.
bercerita dengan jenaka dan berdongeng tentang cerita kita.

Tuhan selalu punya cerita tentang kita,
meliputi kamu yang di bawa bersama-Nya.

bintang,
andai hadirmu tidak lagi menjadi bunga-bunga mimpiku.
mungkin masih kamu yang menggengam erat jemariku.
menuntutku, membawaku pada perjalanan waktu.

ada harapan yang selalu ku sematkan pada tiap doaku pada-Nya.
membawamu pada ketidaksadaranku, membagi cerita.

mereka yang membuatku ada pun ikut berdoa,
bahagia selalu tercipta untukmu di sana, di nirwana.

bintang,
ijinkan aku berbahagia pada seseorang selain kamu.
ijinkan aku melepaskan tiap-tiap janji yang tidak bisa kita telusuri.
ijinkan aku mengikatkan janji pada dia yang membimbingku menelusuri waktu.

aku tidak melupakanmu, aku hanya mengikhlaskanmu.
menjadikan kamu cerita yang tak terlupa.
akan selalu ada rindu untukmu lewat udara, suf.



09 April 2014

Jumat, 28 Maret 2014

Siapa aku ?

"selamat datang"

Aku mengucapkan salam padamu. Pada kamu yang akhirnya berhasil menghampiriku. Pada kamu yang satu-satunya berhasil lolos dan menjadi juara.

Kamu belum memgenalku. Kamu masih bermain-main, berlarian ke sana dan kemari. Mungkin sedang menikmati rumah barumu. Aku hanya mampu mengamatimu.

Aku menikmati perkembanganmu. Dari minggu ke minggu, dan dari bulan ke bulan. Kewajibanku melindungimu. Memberikan segala hal yang terbaik dan menikmati setiap gerakmu saat menyentuhku.

Pada purnama ke sembilan di hari kesekian, aku mengantarkanmu menatap dunia. Melihat indahnya angkasa. Menghirup lebih lekat udara.

Aku pun akhirnya lenyap bersama tawa tangismu yang kasar. Aku kini terbuang.

"selamat melihat yang melahirkanmu"



28 Maret 2014

Selasa, 18 Februari 2014

Terima kasih :)

Hari ini, sesungguhnya sama seperti hari pada umumnya. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja tepat 26 tahun silam, dengan tanggal dan bulan yang sama. Aku di lahirkan. Bagiku tidak ada yang istimewa, hanya usia ku yang telah berkurang. Dan semakin dekat dengan kematian. Tapi kali ini berbeda, ada keajaiban-keajaiban tercipta pada hari ini.

Lihat saja pagi ini, orang rumah masih seperti biasa mengucapkan selamat ulang tahun. Namun, emakku dengan sangat mengejutkan memberikanku sebuah hadiah. Hadiah pertama dari emakku, sepanjang aku hidup di dunia ini. Dulu aku sering berdoa, ingin mendapatkan hadiah ketika ulang tahun. Hingga aku lupa bagaimana rasanya berharap akan sebuah harapan. Keajaiban itu datang di pagi ini, dan keajaiban berikutnya adalah ucapannya. "Nih hadiah buat kamu, Na suka baca kan ?"

Kalimat emakku bikin aku terharu. Mengingat dulu, betapa dia tidak menyukai bila aku gemar membaca buku. Pagi ini beliau memberikan ku hadiah, dan hadiah itu adalah buku. Meskipun aku belum tau, buku apa yang dibelikannya. Setidaknya dua keajaiban itu, mampu membuatku tersenyum sepanjang aku berangkat kerja. Makasih ya mah :)

Dan terima kasih untuk semua teman yang masih mengingat aku. Hari kelahiranku. Dan memberikan selamat kelahiran. Serta buat kamu yang senantiasa tidak pernah melupakanku. :)


18 Februari 2014

Senin, 10 Februari 2014

Hal yang harusnya ku sadari lebih awal

Aku hanyalah manusia yang banyak mengeluarkan kata. Aku hanyalah manusia yang terlalu bebas berkata. Hingga aku tak menyadari, kata yang ku anggap biasa. Kata yang ku anggap tidak akan menciptakan duka. Akhirnya berbuah derita. Ada luka tercipta, ketika kata-kata bebasku bermain dalam canda.
Aku hanyalah manusia yang tidak banyak berpahala. Aku hanyalah manusia yang butuh di tegur dalam sapa. Bukankah kita menyebut diri kita "teman". Tidak seharusnya kamu diam. Dan tidak seharusnya pula, aku bercanda seperti itu.
Aku hanyalah manusia biasa, yang memiliki tingkat kepekaan yang begitu minum. Aku bukan manusia yang pandai membaca pertanda. Mungkin kamu tidak tau. Aku paham dan aku memakluminya. Sama seperti aku yang tidak akan marah bila di tegur bahwa kataku adalah luka.
Aku minta maaf untuk semua yang tidak ku tau. Aku minta maaf untuk semua yang lakukan. Tegurlah, dan aku akan perbaiki diri. Bukankah tanpa koreksi, hidup manusia tidak akan menjadi baik?
Bukankah tanpa kebodohan kita tidak akan tau bagaimana kita saling menguatkan?
Aku tidak pernah menyesal berbuat salah, yang aku sesalkan adalah bila tidak ada yang mengoreksi kesalahanku. :)

Jumat, 31 Januari 2014

#CatatanLama

Bercak-bercak yang menggoyahkan hatiku tentang kamu ku kukuhkan. Aku jadikan dasar mulai memperbaiki sikapku. Keteguhan itu runtuh tanpa bisa ku cegah, kala candaan itu kau ucap. Aku meringkuk, hujan mata menemaniku. Dirimu tenang, menganggap yang terucap itu tak pernah menjadi masalah. Aku mengerjang menahan emosi, berfikir bodohnya diri ini. Namun hujan mata itu tak dapat ku hentikan, alirannya deras tanpa bisa ku bendung. Sakit, sesak sebab hujan mata itu terus ada. Aku tak pernah terbayang bila kan mengalaminya lagi. Bodohnya aku yang bertahan, berharap dan terus terlukai. Mungkin kau pun seperti itu. Baiknya kita jalan dikehidupan masing-masing, agar saling melukai tak pernah terjadi lagi.

3:56 pm
30 Agustus 2010

Gerimis

Waktunya memanjakan diri, duduk cantik di teras rumah, nyeruput teh manis, dan melihat gerimis. ~ @moammaremka

Tidak sengaja saat membaca tweet dari penulis terkenal dari TL tweetku. Gerimis mengingatkanku kala betapa waktu itu aku begitu menyukai hujan. Menatapnya dari atap lemari tempat duduk kesukaanku. Menatapnya dalam lamunan khayalku. Merasakan suara jatuhnya air-air itu ke bumi, menghantam tiap apa yang di sentuhnya. Aku menyukainya. Aku merindukannya. Menikmati kesendirian, memanjakan diri. Melupakan sejenak apa itu kehidupan, hanya ada aku dan gerimis. 


31 Januari 2014

Minggu, 24 November 2013

#coretan kecil

ada rasa hangat yang menyesap, dari rasa laluku
sebuah rindu yang kemudian mencair menjadi bisu
kamu, lelaki teduh yang selalu ku rindu, dahulu

ada angin teduh yang bersemayam, pada jemariku lewat genggamanmu
sebuah rasa hangat yang menjalar memenuhi sanubariku
inikah bahagia, jawaban dari kerinduanku

ternyata aku berilusi, genggaman itu hanya sekedar mimpi

24 November 2013

Rabu, 06 November 2013

Tanpa kamu tau,

taukah kamu,
aku lebih memilih sunyi, ketika kepergianmu
aku lebih memilih sendiri, ketika mencarimu
dan aku lebih memilih tidak peduli, ketika cacian menderamu
tanpa kamu tau

taukah kamu,
aku selalu mengingat, setiap kata dari ceritamu
aku selalu mengingat, setiap senyum dari bibirmu
dan aku selalu mengingat, setiap rasa yang mengalir karenamu
tanpa kamu tau


aku membenci-Nya, ketika Dia memperkenalkanmu dan menghilangkanmu dari hidupku
aku memusuhi-Nya, ketika Dia memberikan rasa bahagia dan rasa kehilangan, melaluimu

Aku, merasa seperti manusia bodoh yang tengah di permaikan kehidupan.
Aku, merasa seperti mahluk gila yang mudah terhempas perasaan.


andai kamu tau,
aku masih mencarimu, sejak kepergianmu.
aku masih mengingatmu, sejak pertemuan itu.
tanpa kamu tau,

aku bersyukur pernah mengenalmu
aku bersyukur merasakan banyak rasa
aku bersyukur doa itu terjawab
kita di pertemukan kembali
tanpa kamu tau rasa-rasa di hatiku.

06 November 2013
01:03 pm

Rabu, 28 Agustus 2013

Someone Like You

Mimpi itu terus menghantuiku. Berulang kali mata memejam, selalu bayang-bayang itu yang kembali hadir. Ada apa ini, pertandakah ? Ataukah aku terlalu kaku untuk pertemuan kita esok. Pertemuan yang seharusnya tidak aku ciptakan.
“bee, bangun. Kamu mau tidur sampai kapan?” ada Risa, teman sekos ku. Entah jam berapa semalam mata ini baru terpejam kembali.
Aku dengan malasnya, menghampiri kamar mandi itu. Aku berharap air yang mengenai tubuhku bisa ikut membawa semua kenangan bersamanya.

“bee, aku telah menemukannya. Seseorang yang bisa mengerti aku, melebihi diriku. Betapa bodohnya aku, baru menyadari bahwa orang yang selama ini aku cari ada di dekatku.”
Mata itu begitu berbinar.
“Apakah kamu baru sadar bahwa aku selalu ada buat kamu. Aku yang selalu mengerti kamu.” Aku menimpali ucapannya.
“hahahhahaa, benar kamu memang selalu ada untukku. Aku ingin menikahinya, bee”
Kamu menatap mataku dengan sayu. Astaga aku ingin menanggis rasanya. Apakah perasaanku akan terbalasnya. Tapi tunggu, menikahinya? Berarti orang itu bukan aku ?
“Dia adalah Putri. Seseorang yang menjadi pemikiranku selama ini, seseorang yang baru ku sadari bisa mengerti aku sama seperti kamu mengerti aku.”

Pernikahan itu akhirnya tercipta. Banyak raut bahagia memancar di acara tersebut. Tapi tidak dengan aku.Kebahagiaan itu terlalu silau untuk hatiku yang merintih. Kamu, orang yang ku kasihi sejak lama. Ternyata tidak pernah menganggap aku ada, melebihi dari kata teman. Aku beranjak menuju beranda, tempat angin dingin itu menerpa wajahku.
“bee, kok kamu di sini?” tegur Risa menghampiriku ikut berdiri di beranda.
“hanya mencari angin segar.”jawabku sekenanya.
“tadi aku lihat foto-foto hasil jepretan Rian di kamera. Aku melihat foto-foto sendumu kea rah Rangga. Sepertinya foto ini sudah menjelaskan banyak hal bee. Sepertinya sudah sejak lama kamu menyukai Rangga, kenapa kamu ngak pernah cerita?” Risa memelukku. Aku tau, dia mungkin prihatin terhadap nasib perasaanku.

Ditempat yang berbeda…

“Rian, coba aku lihat hasil foto-foto mu.” Sapa Rangga ketika acara resepsi mulai ke acara bebas. Dan mempelai bebas menyapa tamu-tamu undangan yang hadir.
“masih belum ada yang bagus Ngga, nanti selesai acara CD fotonya aku kasih ke kamu dech” kilah Rian.
Rangga tidak memperdulikan omongan Rian, kamera itu di ambilnya. Dan mulai memerhatikan foto-foto yang ada.
Rangga diam sejenak, memerhatikan foto-foto pada kamera itu.
“kenapa bee, ekspresinya seperti ini ya ian?”
Rangga mulai mencari bee, ketika menemukannya. Dia ingin menghampirinya, namun di sana ada Risa yang sedang berbincang dengannya. Dan tidak sengaja Rangga mendengar pembicaraan tersebut.
“sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Mungkin sengaja karena pernikahan ini, aku hanya berharap ketika meilhatku kembali. Dia sadar, bahwa aku selalu menyayanginya. Lebih dari kata seorang teman maupun sahabat. Meskipun kini dia telah menikah. Dan aku percaya, aku akan menemukan seseorang sepertinya atau mungkin lebih darinya” Ucap bee dalam pelukan Risa.

28 Agustus 2013
nb: tadinya mau ikutan #FF2n1 tapi waktunya udah kelewat T.T


Senin, 26 Agustus 2013

Empat hari yang penuh arti

Sepanjang sebelum lebaran maupun sesudah lebaran, tidak ada yang namanya liburan. Pekerjaan selalu menjadi kegiatan sehari-hari penuh letih dan lelah. Namun seminggu setelah lebaran, aku punya waktu libur empat hari. Liburan tanpa memikirkan pekerjaan sama sekali, karena liburan itu serempak seluruh karyawan. Pastinya aku pulang ke rumahku, bertemu keluargaku yang setiap lebaran tidak pernah bersama mereka.

Hari pertama
Niat berangkat lebih pagi menuju rumah, aku urungkan. Ternyata masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan terlebih dahulu. Akhirnya ketika terik mentari tengah asiknya bersinar aku memacu motorku menepis panas-panas itu. Berburu dengan waktu, mungkin itu yang tengah aku lakukan. Karena jam dua siang aku ada janji dengan abang. Saat tau aku libur empat hari, dya ngambil cuti dan menyebrang pulau pulang ke rumahnya yang di Jakarta. Mungkin kira-kira sudah 4 bulan aku tidak bertemu dengannya.
Pertemuan yang di janjikan tiba, dan seperti biasa aku datang telat sejam. Penampilan kita hari ini, penampilan ala kadarnya. Dia, rambut kritingnya di panjangin. Dengan jambang da jenggot yang belum tercukur. Celananya pun celana yang dengkulnya penuh sobekkan dan tidak lupa kaos oblongnya dia. Aku suka gayanya kali ini. Bebas. Dan aku suka sekali dia memanjangkan rambutnya yang kriting itu. Sedangkan aku, seperti biasa. Celana semi levis dan kaos oblong serta separti kets.
Kencan hari ini seperti biasa di isi dengan makan dan nonton. Film yang di tonton hari ini sungguh tidak ok sama sekali (menurutku). “The Conjuring”, film horror yang bikin jantung memerlukan olah raga penguat.  Dia berkali-kali meminta maaf, karena salah memilih film dan tidak tau kalau film yang di pilihnya adalah  film hantu. Sepanjang film aku lebih memilih memandang tasku dari pada film yang ada di hadapanku. Dan dia, tertawa-tawa melihat tingkahku. -___-“

Hari kedua
Hari ini saatnya aku silaturahmi dengan keluarga dari emak dan babe ku. Biar aku masih tetep di anggap keluarga, takutnya karena nggak pernah kumpul bareng keluarga besar. Mereka tidak mengingatku lagi dan mencoreng namaku dari silsilah. Mengingat libur lebaran tahun kemaren ketika aku berkunjung, aku mendapat sindirian “kirain sudah nggak inget punya mbah di sini”. Ketika itu aku hanya menanggapinya dengan benggong dan cengar cengir.
Perjalanan di mulai ke daerah Kebayoran Lama, Pondok Indah. Selanjutnya menuju Tanggerang, dengan harapan pas pulang sekalian jalan. Karena di daerah Kali Deres masih ada empat keluarga yang harus di kunjungi. Tanggerang adalah rumah kakak emakku. Saat ini tengah di rawat di rumah sakit. Dan betul sekali, aku terjebak di dalam rumah sakit selama 4 jam. Padahal targetku waktu berkunjung itu paling lama sejam setengah. Tapi apa daya, aku harus menunggu om ku yang sakit sementara tanteku pulang untuk berganti pakaian.
Selepas magrib, akhirnya aku baru bisa melanjutkan perjalananku ke rumah-rumah saudaraku yang lain. Rumah selanjutnya adiknya emakku. Saat sampai di sana, ketika di sajikan makanan kita (aku dan adikku) langsung melahapnya. Bibi ku pun bertanya, “laper?” Aku dan adikku menjawab dengan anggukan. Bibi ku bertanya kembali, “emang di sana nggak di kasi makan?” Kami menjawab serempak dengan gelengan. Bibiku mungkin tersenyum melihat tingkah keponakannya yang ababil ini, “tapi aku nggak masak, di bikini mie rebus saja mau?”. Aku dan adikku langsung mengacungkan tanda setuju. Memang benar di RS itu kita nggak makan dan minum :D

Hari ketiga
Binggung mau melakukan kegiatan apa. Dan malas untuk pergi jauh-jauh sambil mengendarai motor. Akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan motorku ke bengkel untuk di service. Ketika sambil menunggu motorku di service, aku sms’n sama pip (salah satu temen di klub buku). Dia sedang ada di Jakarta, sebelum akhirnya nanti tanggal 24 dia akan kembali bekerja di Kalimantan. Setelah ngbrol ngalor ngidul nggak jelas. Akhirnya kita memutuskan untuk kopdaran di Kota. Sekalian dia juga ada janjian dengan temannya. Selesai dengan urusan service, aku pergi ke stasiun. Menuju Kota paling enak naik kereta, hanya cukup membayar Rp. 4.500 saja sekali jalan. Dari pada aku bawa motor, bisa habis bensin berliter-liter. Menyesal, tidak membawa kamera saat ke Kota. Tapi tidak apalah. Kan niatnya hanya kopdaran sama pip.
Aku menelusuri tiap-tiap sudut Kota. Tempat di mana dulu pernah menjadi saksi kopdaran sama anak-anak bing. Tempat yang berkesan menurutku. Akhirnya bertemu juga dengan pip dan temannya. Ternyata temannya pip itu adalah mantan mimin klub buku (baru tau dan lupa juga siapa namanya :p). kita berbincang-bincang, hingga akhirnya petang menjelang. Pertanda perpisahan harus terjadi.

Hari keempat.
Hari yang special, karena hari ini aku akan bertemu dengan orang tuanya abang. Abang menjemputku siang itu. Tentunya hari ini aku berkemeja ria, berkaos oblong sama saja dengan memberikan kesan berandalan di mata ortunya. Aku kan manusia yang cukup tau diri juga.
Berbincang dengan keluarganya itu menyenangkan. Itu awal yang bisa aku komentarkan, perjumpaan selanjutnya entah. Apakah akan selalu menarik atau akan berubah menjadi menyebalkan. Malam hari nya dia mengantarku pulang, dan bertemu dengan keluargaku.
Hari ini aku seharian bersamanya dan buatku itu menyenangkan. Oia dia sudah mencukur rapi rambut, jenggot dan jambangnya. Padahal aku lebih suka dia yang tempo hari itu. J


Liburan yang aku punya tidakklah banyak, jadi empat hari itu buatku sungguh berharga dan harus menjadi sebuah cerita.

26 Agustus 2013

Senin, 07 Januari 2013

kita, kamu dan aku

Biarkanlah aku memelukmu, selama yang aku mau, karena Tuhan tau, ini adalah pelukkanku yang terakhir,.
Biarkanlah aku memandangmu lebih lama dari biasanya, karena mata ini tau, ini adalah tatapanku yang terakhir,.
Bersamamu, semua adalah cerita indah,.
Bersamamu, kejadian selalu tercipta cerita,.
Kita tau, perasaan itu hadir tanpa bisa kita cegah,.
Da kita pun tau, kepergianmu adalah takdir yang tak mungkin aku ubah,.
Janji kita adalah janji biasa,.
Tapi perasaan kita sungguh luar biasa,.
Senyummu adalah senyum termanis yang bisa aku kunci dalam pikiranku,.
Senyummu adalah hipnotis bahwa bahagia akan selalu hadir menyertai kita,.
Kita memanglah bukan terlahir menjadi istimewa,.
Kita memang tidak tercipta untuk menjadi sempurna,.
Kekuranganlah yang membuat kita kaya melebihi dua kata indah itu,.
Hujan adalah teman kita,.
Matahari adalah kawan kita,.
Udara dan langit adalah saksi, kita pernah menghadirkan mereka di antara ciptaan cerita,.
Kita bukan lagi dua bagian yang bersatu,.
Kita telah terbagi menjadi aku dan kamu,.
Aku yang selalu mengenangmu dan kamu yang selau mengawasiku,.
Begitulah takdir berbicara pada kita,.

06 Januari 2013
12:35 am

for RIP ucup my friends

Selasa, 13 Desember 2011

"pertemuan", berkahkah, pembelajarankah

Hari ini hanya ada satu kalimat yang terus menghantui pemikiranku. sebuah kalimat sederhana, namun entah mengapa aku selalu memikirkannya. "pertemuan adalah berkah". Benarkah begitu adanya, seperti "ucapan adalah sebuah doa". Menurutku tidak seperti itu, pertemuan bukanlah berkah namun pertemuan adalah pembelajaran. Pembelajaran akan mengenal, pembelajaran akan kehilangan, pembelajaran akan perasaan dan pembelajaran akan keikhlasan. Selalu ada rasa yang hadir ketika pertemuan itu datang. Namun rasa itu seperti abu-abu, menebak nebak rasa apakah itu. Apabila pertemuan itu menyakitkan, apakah masih disebut berkah? Berkah karena merasakan sakit, tentu tidak seorangpun yang menginginkannya. Ya, pertemuan adalah pembelajaran. Sepertinya aku mulai menyukai kalimat baru itu.

11:30 pm
13 Desember 2011

Kamis, 17 Maret 2011

just memory

Ijinkan aku memandangmu lebih lama dari kedipan matamu. Ijinkan aku menghirup aroma tubuhmu lebih lama dari desahan nafasmu. Kau menjauh, hanya bayangmu yang dapat ku peluk dalam rindu. Hanya senyummu yang selalu ku rekam dan tak pernah habis ku putar. Kenangan yang tak bisa ku hentikan angannya,.

18 Maret 2011
11:25 pm

Sabtu, 05 Februari 2011

ada yang manis ku rasa,.
bertegur sapa, berbicara dan bercerita,.
satu kisah memulai kisah-kisah yang lain, dan menjadi kenangan,.
dulu aku sendiri, tapi mereka datang memberi canda dan bahagia,.
memberikan cerita-cerita yang tak pernah habis ku bahas,.
satu senyum memberikan senyum senyum yang lain, dan menjadi tawa,.
dulu aku hanya mampu memandang, tapi mereka menuntunku berjalan,.
mengenalkan mimpi, membuatku berharap dan mengajariku untuk meraih,.
aku belajar mempercayai, aku belajar berkorban dan aku belajar merelakan,.
sebuah perasaan lebih dari sekedar bahagia,.
sebuah perasaan manis, dan akan selalu manis bila ku mengingatnya,.
seperti mimpi namun aku menikmatinya,.
sebuah alasan, untukku tetap bisa menggembangkan senyum,.
sebuah alasan, untukku tetep ada disini dan kini ku harus melepas,.
titik-titik keajaiban kecilku, selalu ada di senyum itu, di setiap canda itu,.
aku akan menguncinya rapat-rapat, membawanya untuk diriku sendiri,.
setengah windu lebih adalah waktu yang singkat,.
namun bukan waktu yang singkat untuk semua keajaiban itu,.
senyum itu, canda itu, akan selalu ku rindukan,.

08:13 pm
05 Februari 2011

berjalan masing-masing

Mereka telah memilih jalannya. Jalan menuju mimpi-mimpi mereka. Sebuah rencana-rencana untuk menyatukan keping-keping mimpi itu. Rasanya baru kemarin, kita bercerita, kita bermimpi, dan kita merencanakan. Tak terasa kini sudah waktunya untuk mulai jalan melengkapi satu persatu puing-puing mimpi itu. Mimpi kalian, mimpi ku suatu saat nanti pasti akan terwujud. Dalam masa yang kita hitung dalam tahun, dalam windu. Perpisahan-perpisahan ini adalah awal. Permulaan perjalanan mimpi kita yang berbeda. Dirimu telah memulainya lebih dulu sobat, bintangmu kini mulai terang. Aku tidak ingin kalah karenanya. Semangatmu, ku harap akan tetap seperti itu. Semangatku pun ku harap akan terbakar bergeloranya seperti mu. Semua memang penting, tapi yang paling penting adalah keyakinan diri. Optimisme dalam diri, itu adalah kunci. Dirimu yang mengajarkan itu sobat. Kini aku belajar untuk mengerti. Memahami serta menerapka itu dalam hatiku. Keceriaan yang pernah kita rasakan, biarlah itu tersimpan dalam sudut hati kita. Karna kita pasti akan membaginya nanti, bila kita telah menunjukkan mimpi yang kita rajut telah menjadi kenyataan. Aku akan berjuang, pantang menyerah seperti semangat mu. Bekerja sesuai dengan apa yang kita sukai. Tunggulah, sekarang aku lagi belajar mencari tau apa yang aku sukai. Semangat dan optimismu selalu hangat ku rasa. Aku tidak akan kalah nina!!!!!

07:54 pm
05 Februari 2011

Minggu, 23 Januari 2011

suf,.

seharusnya hari ini menjadi hari berbahagia mu,.
seharusnya hari ini selangkah menuju kedewasaanmu,.
tapi ku yakin dirimu d sana lebih merasa bahagia,.
ku pastikan suatu nanti kita bertemu meski itu jalan masih panjang tertempuh,.

nb: untuknya yang selalu hidup di hatiku,.

Selasa, 18 Januari 2011

aceeeemmmnya hari ini

Pupus lah harapanku, rasanya seperti broken heart. Harapan yang tengah ku bendung, kandas tak bersisa. "jangan menyerah, kesempatan pasti datang lagi", begitu lah teman-teman ku menyemangatiku. Kekalahan ku hari ini, mestinya tak ku sesali berlarut-larut. Karena ku tau, kenyataan tak sesempurna apa yang ada di benak. Aku sungguh-sungguh berharap, bukan karena sebuah janji pengakuan yang harus ku lakukan bila yang ku usahakan ini berhasil. Namun karena aku memang mengharapkan, ini tak hanya sekedar mimpi semuku.
Pupusnya harapan ini, ntah mengapa membuatku begitu merindukan kota itu. Kota yang ku tinggalkan, karna ku berfikir, mimpiku kini tak lagi disana. Aku salah, mimpi itu itu ternyata masih ada di sana. Masih terkunci disana, menunggu waktu mengetuknya. Aku ingin mempertahankan, membiarkannya terus ada dalam hari-hariku. Agar kelak ku kembali, aku tak akan kehilangan kembali.
Hari ini, aku kecewa. Hari ini, aku merasa tak ada apa-apanya di banding siapa-siapa. Namun aku tak ingin mengutuk kekecewaan itu, menjadi kenangan lama di hatiku. Tuhan, kuatkan hatiku. Biarkan gengsi itu terus ada kepada mereka. Agar aku bisa belajar, apa artinya menghargai keberadaan seseorang.

10:20 pm
18 Januari 2011

Sabtu, 15 Januari 2011

Rahasia kecil yang Q syukuri

tak pernah ku tau rahasiamu Tuhan
bila Engkau tak menghadirkannya untukku
bila Engkau tak membiarkan ku menjalaninya

semua rasa itu ada, dan ku merasakannya
sedih itu, bahagia itu, ada di hatiku
ku bahagia dapat merasakannya
menerimanya menjadi rasa yang ku syukuri

12:09 am
16 Januari 2011